Kamis, 05 November 2009

set Bank Syariah Terus Tumbuh, Bank Konvensional Stagnan

set Bank Syariah Terus Tumbuh, Bank Konvensional Stagnan
Herdaru Purnomo - detikFinance


Jakarta - Aset perbankan syariah terus menunjukkan kenaikan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2009. Pada saat yang sama bank-bank konvensional mengalami stagnansi terkait krisis global yang melanda dunia.

Aset yang dimiliki oleh bank-bank syariah atau unit syariah dari bank-bank konvensional meningkat sebesar 28,6% menjadi US$ 822 miliar dari angka US$ 639 miliar pada tahun 2008.

Demikian hasil survey mengenai "Top 500 Islamic Financial Institutions" yang dilakukan oleh majalah The Banker yang diterbitkan bekerjasama dengan The Hongkong and Shanghai Bank Co ltd (HSBC) Amanah yang dikutip detikFinance, Kamis malam (06/11/2009).

Laporan ini mendata lebih dari 600 institusi perbankan retail, perbankan komersial, dan investment bank, perusahaan-perusahaan asuransi dan manajer investasi berdasarkan aset mereka yang sesuai prinsip - prinsip syariah.

Hasil ini sangat kontras dengan survey The Banker's "Top 1000 World Bank Rankings" pada bulan Juli 2009 dimana pertumbuhan bank konvensional diperkirakan hanya mencapai 6,8%.

"Laju pertumbuhan compounded selama periode 2006 sampai 2009 sebesar 27,86% pertahunnya, dengan perkiraan total aset di tahun 2010 hampir mencapai angka USD 1 triliun," demikian kutipan hasil survei tersebut.

Berbicara dalam forum FT Islamic Financial Intelligence Summit 2009, Editor The Banker, Brian Caplen mengatakan pengelolaan resiko yang konservatif dan hubungan erat antara sektor keuangan dan real aset telah membantu menjaga sektor ini dari krisis kredit global.

"Namun upaya mencari jalan keluar yang terbaik untuk mengatur tingkat likuiditas bank-bank berbasis syariah, termasuk usaha mengharmoniskan pandangan mengenai kesesuaian syariah dan prinsip kehati-hatian di antara berbagai pelaku dan pasar yang berbeda-beda, masih merupakan tantangan yang besar," papar Brian.

Ditempat yang sama, Deputi CEO HSBC Amanah, David Dew menjelaskan negara-negara The Gulf Cooperation Council (GCC) tetap mendominasi sektor keuangan syariah dengan pertumbuhan sebesar 42,9% atau USD 353,2 miliar dari total agregat global.

"Iran masih menjadi pasar terbesar bagi asset berbasis bersyariah, dengan proporsi sebesar 35,6% dari total aset secara global," tuturnya.

Disamping itu, lanjut David, untuk luar wilayah Timur Tengah, Malaysia masih menjadi pemain terbesar industri ini mencapai 10,5% dari total aset global, namun pasar-pasar lainnya juga bertumbuh dengan pesat. Indonesia berada diperingkat ke - 17.

Ditambahkan Brian Caplen, sebanyak 30 bank tambahan telah memberikan laporan data mereka yang terkini untuk tahun ini.

"Namun transparansi dan pelaporan keuangan masih menjadi tantangan bagi industri ini jika tingkat pertumbuhannya tetap pesat," pungkas Brian.

(dru/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar